Kisah ini terjadi ketika aku belum tahu apa itu cinta. Tetapi aku bisa merasakan apa itu cinta. Memang apa yang aku rasakan ini nggak wajar, kayak lagunya The Virgin. Tapi…ya mau gimana lagi? Mau dirubah? Nggak bisa coy!

Dari apa yang aku alami ini, aku malah merasa jadi orang yang paling beruntung. Setiap pagi aku berusaha masuk sekolah lebih awal bahkan awalnya itu keterlaluan cuman biar bisa ketemu doi lebih lama. Setiap aku berangkat awal, doi selalu datang lebih awal dariku. Ini membuat aku heran, mengapa dia selalu datang lebih awal dariku? Padahal aku ingin datang lebih awal darinya. Itulah mengapa banyak orang bilang aku ini nggak mau ngalah dan egois. Kemudian mau nggak mau aku harus berani untuk deketin doi. Setiap langkah diiringi dengan berdebarnya jantung. Setiap hembusan nafas diiringi rasa nggak kuat nahan pipis. Dan nggak kebayang kalau aja aku berusaha deketin dia 30 kali, mungkin pabrik sempak kehabisan stok. Dan nggak terduga,  ternyata usaha ini membuahkan hasil. Akhirnya aku bisa mendekati si doi. Tanpa basa-basi aku pun mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam kantung celanaku. Dia nampak tidak sabar melihat apa yang ingin aku keluarkan. Yang aku keluarkan adalah semua uang saku milikku. Akhirnya aku bisa mendapatkan apa yang selama ini aku inginkan yaitu mainan Transformer plastik rakitan. Aku sangat senang sekali. Dan ternyata uang yang aku berikan itu terlalu banyak, sehingga pedagang mainan itu memberiku uang kembalian.