KISAH ASMARA DI TK
09.53
Diposting oleh Ihsan Prasetya
Kisah ini
terjadi ketika aku belum tahu apa itu cinta. Tetapi aku bisa merasakan apa itu
cinta. Memang apa yang aku rasakan ini nggak wajar, kayak lagunya The Virgin. Tapi…ya
mau gimana lagi? Mau dirubah? Nggak bisa coy!
Dari apa yang
aku alami ini, aku malah merasa jadi orang yang paling beruntung. Setiap pagi
aku berusaha masuk sekolah lebih awal bahkan awalnya itu keterlaluan cuman biar
bisa ketemu doi lebih lama. Setiap aku berangkat awal, doi selalu datang lebih
awal dariku. Ini membuat aku heran, mengapa dia selalu datang lebih awal
dariku? Padahal aku ingin datang lebih awal darinya. Itulah mengapa banyak
orang bilang aku ini nggak mau ngalah dan egois. Kemudian mau nggak mau aku
harus berani untuk deketin doi. Setiap langkah diiringi dengan berdebarnya
jantung. Setiap hembusan nafas diiringi rasa nggak kuat nahan pipis. Dan nggak
kebayang kalau aja aku berusaha deketin dia 30 kali, mungkin pabrik sempak
kehabisan stok. Dan nggak terduga, ternyata usaha ini membuahkan hasil. Akhirnya aku
bisa mendekati si doi. Tanpa basa-basi aku pun mengeluarkan sesuatu yang ada di
dalam kantung celanaku. Dia nampak tidak sabar melihat apa yang ingin aku
keluarkan. Yang aku keluarkan adalah semua uang saku milikku. Akhirnya aku bisa
mendapatkan apa yang selama ini aku inginkan yaitu mainan Transformer plastik
rakitan. Aku sangat senang sekali. Dan ternyata uang yang aku berikan itu
terlalu banyak, sehingga pedagang mainan itu memberiku uang kembalian.
This entry was posted on October 4, 2009 at 12:14 pm, and is filed under
. Follow any responses to this post through RSS. You can leave a response, or trackback from your own site.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar