PENGEN JADI IDOLA CEWEK DI DUSUN
02.24
Diposting oleh Ihsan Prasetya
” Bal-balan
njo!”
Itulah kalimat
ajakan yang selalu aku denger sewaktu TK. Entah mengapa aku serasa ditarik
kayak main layangan dan aku jadi layanganya. Temen yang sering ngajak aku itu
namanya Fatkun, dan Budi. Emang sengaja aku samarin. Kadang mereka juga lupa
ngajak aku. Dan aku nggak tahu itu lupa atau gimana. Tapi intinya, aku ke
lapangan berangkat sendirian.
Di sana, kita
nggak cuma main bertiga. Ada anak kecil kayak aku, ada remaja, dan juga ada
bapak-bapak. Barangkali bapak itu nganter anaknya main mungkin. Tapi seingatku bapaknya juga ikut main. Atau jangan-jangan anaknya yang nganter bapaknya.
Ini merupakan sebuah misteri besar yang susah untuk dipecahkan. Tidak hanya
laki-laki, para kaum hawa juga memenuhi tribun penonton (kebon). Saat pertandingan
dimulai, aku hanya nonton. Karena, yang main remaja plus bapak-bapak yang tadi.
Suatu ketika ada pemain yang capek ataupun dipanggil coach (emak) yang harus
digantiin pemain lain. Disitulah para anak kecil kayak aku berharap agar bisa
main. Entah do’a apa yang aku ucapkan, mas-mas itu nunjuk aku untuk main. Saat
itu, aku serasa jadi “SuperSub” kayak Chicarito. Gue ngomong sama hatiku yang
paling dalam sambil jalan perlahan menuju lapangan dengan sok cool, bahwa aku harus tampil sebaik mungkin. Karena inilah kesempatanku untuk bersinar dan
jadi idola para cewek-cewek dusun. Dan tiba-tiba omonganku yang dramatis itu
pecah gara-gara…
“CEPET
KAMPRET!!!” teriak bapak-bapak tadi.
Dan aku pun lari ke tengah
lapangan. Kemudian aku dikasih intruksi sama orang yang sering aku panggil Mas
Taqim.
“San, kowe
dadi bek, OK!” seru Mas Taqim penuh keyakinan
“Ehm…siap
mas!” seru gue penuh ketakutan
Akhirnya aku jadi bek yang ke-14 kalinya dari 15 pertandingan. Yang satu pertandingan lagi
gue jadi striker. Dan aku hampir aja kehilangan minat untuk sepakbola karena
saat itu beknya besar-besar dan aku hampir aja cidera. Walaupun aku nggak
pinter-pinter amat jadi bek, tapi aku nikmatin peran itu karena posisi itu yang
membuat aku tahan banting. Yah, walaupun hasilnya nggak bagus-bagus ama sih. Dari
pertandingan itu, timku kalah 6-2 dan 4 goalnya dicetak saat aku jadi bek. Tiba-tiba
saat enak-enaknya main bekel. Eh, bola, ada gumuruh suara yang ternyata dari
bokapku. Suara itu bagaikan alarm pertanda hari mulai sore. Dan akhirnya aku pun pulang dan mandi.
Yah, apapun
posisinya dan apapun peranya, nikmatin aja. Insya allah bakal ada hikmahnya.
This entry was posted on October 4, 2009 at 12:14 pm, and is filed under
. Follow any responses to this post through RSS. You can leave a response, or trackback from your own site.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar