Tahun 2001, tepatnya 26 Oktober akhirnya aku lahir ke dunia yang fana ini. Bersama dua manusia yang rela bersihin taiku sewaktu bayi yaitu orang tua. Aku tinggal di daerah Magelang, tepatnya Salaman, lebih tepatnya lagi Kalisalak. Tinggal di sini membuatku memperoleh sebuah hikmah, yaitu aku bisa sering-sering makan buah salak yang manisnya kayak artis Ely Sugigi. Eh bukan, maksudnya Ariel Tatum. Beda jauh kayaknya, bodo ah! Oh iya, kalian belum tahu namaku ya? Kenalin namaku Ihsan Prasetya. Ihsan artinya kebaikan, Prasetya artinya kekuatan. Jadi, Ihsan Prasetya mempunyai arti anak ganteng. Haha bercanda, ya emang ganteng sih! Ehm, fokus. Ihsan Prasetya itu artinya kekuatan kebaikan. Keren, kan? Banyak saudaraku yang ngatain aku itu anak pungut. Mulai dari om, pakdhe, budhe, kondhe, dan semacamnya. Tapi aku juga membela diri

“ Enggak kok, aku bukan anak pungut. Nih, buktinya ada foto aku, bapak, sama ibuk. Terus rambut ibuk kelihatan berantakan. Jadi, dia habis ngelahirin aku.”

Segitunya pembelaan aku waktu itu, dan akhirnya aku menang debat karena mereka pergi gitu aja. Waktu itu aku serasa jadi emak-emak yang sukses hasut abang tukang sayur buat nurunin harganya brokolinya.

Waktu kecil emang bakal jadi bahan tertawaan waktu kita agak nalar.